Thursday, 21 January 2016

bagaimana Alloh menghukum kita?



Bismillah.
.
-#' HATI YANG TIDAK SELESAI '#-
.
Benarkah Allah Subhanahu Waa Ta'aala tidak menghukum kita..?
.
Seorang santri bertanya kepada gurunya:
Berapa kali kita durhaka kepada Allah dan Dia tidak menghukum kita?
.
Maka sang guru pun menjawab:
Berapakali Allah swt telah menghukummu sedangkan kamu tidak mengetahuinya?
.
Bukankah ketika dihilangkan nya dari dirimu akan rasa ni'mat bermunajat kepada-Nya adalah merupakan sebuah hukuman ?
.
Tidak ada cobaan yang lebih besar menimpa seseorang dari kerasnya hati.
.
Sesungguhnya hukuman yang paling besar dan mungkin kamu temui adalah sedikitnya taufik kepada perbuatan baik...
.
Bukankah telah berlalunya hari-harimu tanpa bacaan Al Quran ?( itu adalah sebuah hukuman ).?
.
Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam ? ( itu jg adalah sebuah hukuman )
.
Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari syawwal, sepuluh hari dzulhijjah, dan lainnya, sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini...?
.
Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?
.
Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan lalai..??
.
Bukankah engkau diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas..?
.
Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?
.
Bukankah engkau merasa ringan untuk BER GIBAH, NAMIMAH dan dusta?
.
Bukankah engkau tersibukkan untuk CAMPUR TANGAN pada hal yang tidak bermanfaat untukmu?
.
Bukankah akhirat dilupakan dan dunia dijadikan sebagai tujuan utama?
.
Ini adalah tipuan, tidaklah itu semua kecuali bentuk hukuman dari Allah.
.
Hati-hatilah dulur, saudaraku, sesungguhnya hukuman Allah yang paling ringan adalah yang terletak pada materi, harta, anak, kesehatan ...
.
Sesungguhnya hukuman terbesar adalah yang ada pada hati...
.
Maka, mintalah keselamatan kepada Allah, dan mintalah ampunan untuk dosa-dosamu...
Sesungguhnya seorang hamba yang diharamkan taufik untuk melakukan ketaatan karena sebab dosa yang menimpanya.
.
Ternyata hukuman Allah yg terberat itu bukanlah hanya ketika kita kehilangan materi, harta & jabatan,
tetapi hukuman yg terberat dari Allah itu adalah ketika Allah swt telah menutup diri kita utk dapat berbuat dan melakukan kebaikan2.
Ya ALLAH,
Ampunilah dosa dan kesalahan2 ku.
.
by : Bambang ghento preman pasar
Foto Bambang Wetan.


Wednesday, 9 December 2015

PESAN hindari menjelek-jelekan

Belajar kontrol diri dulu
Dari seorang sahabat
.
Kanjeng Nabi sendiri yg dawuh. “Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi)
.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang tidak pernah luput dari perbuatan dosa. Banyak diantara mereka yang melakukan dosa tersebut secara sengaja ataupun tidak.
Namun anehnya, meskipun sama-sama sering berbuat dosa ada saja manusia yang mengejek manusia lainnya karena melakukan perbuatan dosa. Mereka menganggap bahwa oranglain lebih buruk dibanding dirinya karena telah melakukan dosa tersebut.
'Kiro kiro onok opo ora seng ngaku ' aku dewe luwih elek luwih buruk dari sampeyan..??.
Langka orang seperti itu.

 .
Orang yang demikian ini selalu beranggapan bahwa dirinya jauh lebih baik sehingga meremehkan orang lain. Lalu bagaimanakah hukum Islam terkait manusia yang mengejek orang lain yang berbuat dosa? Berikut informasi selengkapnya.
Dalam Islam mengejek orang yang berbuat dosa itu hukumnya adalah tidak diperbolehkan dan justru akan mengakibatkan orang yang melakukan perbuatan tersebut akan mendapatkan dosa.
.
“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” (Madarijus Salikin, 1: 176).
Padahal sebenarnya, jika kita menjelek-jelekkan perbuatan maksiat yang dilakukan orang lain, maka perbuatan tersebut akan dipastikan dapat kita lakukan di kemudian hari. Hal ni sesuai dengan sebuah hadist diatas.
.
Lain halnya dengan mengejek orang yang berbuat dosa. Ketika seseorang menjelek-jelekkan perbuatan dosa orang lain, maka di dalam perbuatan itu terkandung kesombongan (meremehkan orang lain) dan merasa dirinya lebih bersih dari dosa.


Untuk itu, ada baiknya sebagai umat Islam kita harus bisa membedakan antara menasehati dengan menjelek-jelekkan. Menasehati itu berarti ingin orang lain menjadi lebih baik, namun jika menjelek-jelekkan itu terdapat unsur kesombongan dan merasa diri lebih baik dibandingkan orang lain.
Demikianlah ulasan mengenai hukum mengejek orang yang berbuat dosa. Untuk itu, janganlah menjadi orang yang sombong dan mengejek perbuatan dosa oranglain. Sebab perbuatan yang demikian akan membuat kita terjerumus pada dosa yang dilakukan oleh orang yang kita ejek tersebut.



Sunday, 6 December 2015

Hati-hati dengan plastik bocor

PLASTIK BOCOR


hati hati dengan plastik bocor

Khutbah Jum'at minggu lalu di Masjid Ara Damansara.
Hati2 dengan plastik bocor..Kamu ambil wudhu' dengan sempurna tapi mubazir air..
(plastik bocor)


Kamu sholat, sedekah, baca AlQur'an, pergi haji n umrah banyak sekali tapi kamu membuat fitnah tentang orang..So (plastik bocor)

Kamu beri banyak sedekah pada org miskin tapi kamu memanfaatkan dan melukai mereka..
(plastik bocor)

Kamu bangun tahajud, puasa dan ta'at pada Allah tapi kamu putuskan tali silaturrahim dengan keluarga..
(plastik bocor)

Kamu puasa dan sabar dengan ujian lapar dan dahaga tetapi kamu bersumpah palsu, mengganggu, mengacau dan tak bisa menguasai amarah mu..
(plastik bocor)

Kamu pakai kabaya dan kerudung tapi minyak wangi kamu harum sekali..
(plastik bocor)

Kamu muliakan dan layani baik tamu kamu tapi bila dia pulang, kamu sebut di belakang mereka semua kekurangan nya..
(plastik bocor)

Kamu berkorban kesenanganmu demi anak dan suami tapi kamu menggerutu setiap waktu membuatkan mereka merasa bersalah..
(plastik bocor)

Kamu doa mohon ampunan,, Allah beri kamu sakit, kamu pun mengeluh dan membuat orang di sekeliling mu tertekan (sedangkan sakit pelebur dosa)..
(plastik bocor)

Jangan kamu kumpulkan semua amal baik kamu dalam plastik bocor. Kamu berusaha mengisinya tapi dengan senang ia tumpah habislah!

Ya Allah, bantu lah & ampunilah kami yg sering alpa ini..Aamiin
Muhasabah buat diri sendiri, wallahua'lam.. .
.
.
Sumber : Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsyi

RAHASIA KEBAHAGIAAN wasiat Syaikh Asy Syinqithi pada anaknya

Rahasia Kebahagiaan  Wasiat Syaikh Asy Syinqithi Kepada Anaknya

RAHASIA KEBAHAGIAAN

Wahai ananda, ulangi terus membaca Al Quran, jangan sampai melupakannya, ""bacalah, dan tartilkanlah.....""
Duduklah bersama orang berilmu dengan akal mu...,
Duduklah bersama pemimpin dengan ilmu mu..,
Duduklah bersama teman dengan etika mu..,
Duduklah bersama keluarga dengan kelembutan mu..,
Duduklah bersama orang awam dengan kemurahan hatimu..,
Jadilah Allah sebagai teman dengan mengingat NYA,dzikrulloh
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu

Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu... karena Allah ta'ala akan meng hargaimu

Kehidupan ini ibarat mawar.. disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia... juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu.... meskipun tanpa usaha
Sebaliknya apa yg bukan milikmu...,, kamu tidak akan mampu meraihnya walaupun engkau telah berusaha
Tidak seorangpun yg memiliki sifat sempurna selain Allah...,, oleh karena itu berhentilah dari menggali aib orang lain

Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan hari mu.
Berlemah lembutlah ketika bicara, setiap orang merasakan derita hidupnya, sedangkan kamu tidak mengetahuinya


Semua hal akan berkurang jika dibagi-bagi.., kecuali KEBAHAGIAAN.., justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain (sedekah)
Yaa Allah segala pujian hanya untuk Mu, bukakan bagi kami pintu kebaikan, keberkahan, nikmat, rizki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan surga Aamiin yaa Rabbal Alamin

Saturday, 5 December 2015

HIKMAH dari UJIAN KEHIDUPAN


HIKMAH UJIAN KEHIDUPAN

Renungan dari Abah Catur Rohman
 
Semakin tinggi derajat keimanan seseorang, ujian yang Allah berikan pasti semakin berat. Semakin lemah keimanan seseorang, ujian pun semakin ringan, maka tak heran jika para Nabi adalah mereka yang paling berat ujiannya.

Sering kita mendengar ada orang bunuh diri karena tidak mampu menahan himpitan kehidupan yang begitu dahsyat. Bahkan, tidak sedikit pula yang mengalami krisis kepercayaan dan keyakinan kepada Allah. Mereka menggangap semua ujian itu wujud dari ketidakadilan Allah terhadap diri mereka.


Allah SWT berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, `Kami telah beriman, dan mereka tidak diuji'," (QS [29]: 2).
Orang yang beriman memandang ujian kehidupan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang Allah dalam bentuk lain kepada dirinya. Tidak tebersit dalam hati dan pikirannya sangkaan jelek kepada Allah. Apalagi, yang dapat menggerus keyakinan dan keimanannya karena dia yakin bahwa Allah punya rencana indah terhadap dirinya.

Berdasarkan firman Allah di atas, jelas ujian bagi orang yang beriman sudah dikemas "satu paket", tinggal bagaimana pola pikir dan pola sikap tetap selaras dengan cara pandangan Islam, tidak boleh menyimpang dari koridor yang telah ditentukan, serta tetap tegar dan yakin bahwa ujian pasti berlalu.


"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS [94]: 5-6). Firman Allah ini menjadi motivasi bagi kita agar selalu meyakini bahwa kesulitan atau ujian hidup dan bentuknya selalu dibarengi dan diakhiri dengan kemudahan dan keindahan.

Sebaliknya, orang yang lemah imannya, ketika ujian hidup datang, mereka tak punya pegangan yang kokoh, galau, dan frustrasi menjadi irama hidup dalam keseharian. Dunia terasa sempit. Masa depan terlihat suram. Tak ada cahaya yang menerangi langkahnya, maka tak heran bila minuman keras, narkoba dll, menjadi tempat pelarian dan mereka menyangka masalah akan selesai dengan mengonsumsi barang terlarang tersebut. Semua hanya menawarkan kesenangan sesaat, kesenangan yang dibungkus dengan khayalan yang menghancurkan dirinya dan masa depannya, kesenangan yang memorak-porandakan rumah tangga dan masa depan keturunannya.

Makna ujian hidup menjadikan kita lebih bijak dan tegar, menjadikan kita lebih memahami arti sebuah kehidupan, dan semakin mendekatkan kita kepada Allah.
Dengan ujian, kita semakin paham betapa di balik ujian itu bertabur hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik.
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya... Aamiiin...

Friday, 4 December 2015

TIPS MEMILIH ISTRI

TIPS MEMILIH ISTRI






KH. Maimun Zubair dhawuh,

" Nek milih bojo iku sing ora patiyo ngerti dunyo.
Mergo sepiro anakmu sholeh, sepiro sholehahe ibune.

Sohabat Abbas iku nduwe bojo ora seneng dandan, nganti sohabat Abbas isin nek metu karo bojone. 
Tapi beliau nduwe anak ngalime poll, rupane Abdulloh bin Abbas.
 

Sayyidina Husain nduwe bojo anake rojo rustam (rojo persia).
Walaupun asale putri rojo, sakwise dadi bojone sayyidina Husain wis ora patiyo seneng dunyo.
Mulane nduwe putro Ali Zainal Abidin bin Husain, ngalim-ngalime keturunane Kanjeng Nabi.
 

Kiai-Kiai Sarang ngalim-ngalim koyo ngono, mergo mbah-mbah wedo'e do seneng POSO.
Syekh Yasin Al Fadani (ulama' asal padang yang tinggal di mekah) iku nduwe istri pinter dagang, nduwe putro loro.

Sing siji dadi ahli bangunan sijine kerjo neng transportasi. Kabeh anake ora ono sing nerusake dakwahe Syekh Yasin.
 

Neng Al Qur-an نساؤكم حرث لكم
Istri iku ladang kanggo suami.
Sepiro apike bibit tapi nek tanahe atau ladange ora apik, ora bakal ngasilno pari apik.
Intine iso nduwe anak ngalim, nek istrine ORA PATIYO NGURUSI DUNYO LAN KHIDMAH POLL KARO SUAMINE.
Nek kowe milih istri pinter dunyo, kowe sing kudu wani tirakat.
Nek ora wani tirakat, yo lurune istri sing ahli dzikir, kowene sing mikir dunyo alias kerjo."






KH. Maimun Zubair berkata:
"kalau memilih istri itu yang tidak begitu ngerti dunia, karena seberapa anakmu sholeh itu seberapa sholehahnya ibunya."

Shahabat Abbas mempunyai istri yang tidak suka merias, sampai shahabat Abbas malu kalau keluar bersama istrinya . Tapi beliau mempunyai anak sangat ngalim, bernama Abdulloh bin Abbas 

Sayyidina Husain mempunyai istri anaknya Raja Rustam (Raja Persia). Walaupun aslinya putri raja, sesudah menjadi istri sayyidina Husain sudah tidak begitu senang dunia. Makanya mempunyai putra Ali Zainal Abidin bin Husain, ngalim-ngalimnya keturunan Kanjeng Nabi


Kiai-Kiai Sarang ngalim-ngalim sepeti itu, mergo mbah-mbah wedo'e do seneng POSO.
Syekh Yasin Al Fadani (ulama' asal padang yang tinggal di mekah) iku nduwe istri pinter dagang, nduwe putro loro.

Sing siji dadi ahli bangunan sijine kerjo neng transportasi. Kabeh anake ora ono sing nerusake dakwahe Syekh Yasin.
Neng Al Qur-an نساؤكم حرث لكم
Istri iku ladang kanggo suami.
Sepiro apike bibit tapi nek tanahe atau ladange ora apik, ora bakal ngasilno pari apik.
Intine iso nduwe anak ngalim, nek istrine ORA PATIYO NGURUSI DUNYO LAN KHIDMAH POLL KARO SUAMINE.
Nek kowe milih istri pinter dunyo, kowe sing kudu wani tirakat.
Nek ora wani tirakat, yo lurune istri sing ahli dzikir, kowene sing mikir dunyo alias kerjo."




TIPS AGAR SELAMAT


 
Tips agar kamu selamat
  1. Maksiat saja sesukamu, asal Tuhan Tidak Tahu
  2. Lakukan Maksiat sesukamu, tapi Taubatlah 3 hari sebelum kamu mati.
 Hanya itu kunci agar kamu aman dan selamat