Wednesday, 25 November 2015

BERJALAN MENUJU AJAL

 BERJALAN MENUJU AJAL 
 
Abu Dzar Rodhiyallahu ‘anhu pernah berkata :
“Wahai manusia.. injakkan kakimu ke tanah. Sesungguhnya sebentar lagi ia akan menjadi kuburmu.
Wahai manusia..sesungguhnya hidupmu hanya beberapa hari, tiap kali waktu berlalu, berarti sebagian hidupmu telah pergi. Wahai manusia.. engkau sekarang ini selalu menghabiskan umurmu sejak lahir dari rahim ibumu..""


Seorang penyair mengatakan::
"Kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya.
Hari-hari kita selalu berlalu..dan memiliki tahapan-tahapan
Aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan dari pada kematian…setiap apa yang kau bayangkan tanpa diakhiri kematian itu hal mustahil…..

Alangkah buruknya perbuatan kita disaat muda belia tak mau menengok agamanya… Lantas.. bagaimana nasib seseorang yang tetap meninggalkan agama.., padahal ubannya telah menyala
Berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa Karena,, umurmu hanyalah hitungan hari yang kian purna…"


Tuesday, 24 November 2015

Pesan khusus untuk Laki laki Jomblo

kisah dari mas Vizzen semasa masih muda dulu

Nasehat Syaikhina wa Murobbi Ruhina Maemoen Zubair buat cowok-cowok yang masih jomblo yang mau nikah yang dulu selalu ku ingat:

"Cung, awakmu nek nikah usahakno mahare bojomu seng akeh walaupun calon bojomu cuman njaluk mahar seperangkat sholat, nek gak nduwe duwet nek iso yo golek-golek ndisek, amergo duwet mahar kuwi berkah nek dienggo usaha, dadi engko mari nikah awakmu njaluk ijin karo bojomu duwet kuwi kanggo modal usahamu. Insyaalloh engko usahamu barokah."

artinya : "Nak, kamu kalo nikah usahakan mahar istrimu yang banyak walaupun calon istrimu cuman minta mahar seperangkat sholat, jika nggak punya uang kalo bisa ya nyari-nyari dulu, karena uang mahar itu berkah jika dipakai usaha, jadi nanti setelah nikah kamu minta izin istri jika uang itu dipakai modal usahamu.
Insyaalloh nanti usaha kamu berkah."


Poko'e aku manut opo seng di ngendikaake guruku, sam'an wa tho'atan, mugi-mugi diparingi berkah uripku, berkah keluargaku, berkah umurku, lan berkah bondoku.

ada sebagian adat  kita membesarkan pesta daripada mas kawin, di arab sono maskawin besar sehingga orang arab kesulitan kawin
 Sahih Muslim Juz 1 halaman 597:

حَدَّثَنَا عَبْدُ العَزِيْزِ عَنْ يَزِيْدٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ إِبْرَاهِيْمَ عَنْ أبِى سَلْمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَحْمَنِ أَنَّهُ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ زَوْجض النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمْ كَانَ صِدَاقُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, قَالَتْ: كَانَ صِدَاقُهُ لأَزْوَاجِهِ ثِنْتَى عَشْرَةَ أوْقِيَةً وَنَشًّاز قَالَ: قَالَتْ: أتَدْرِى مَا النَّشُّ ؟. قَالَ: قُلْتُ: لاَ! قَالَتْ: نِصْفُ أوْقِيَةٍ ؛ فَتِلْكَ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ. فَهَذَا صِدَاقُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَزْوَاجِهِ.

Telah menceritakan hadist pada kami Abdul Aziz dari Yazid dari Muhammad dari Ibrahim dari Abi Salamah dari Abdur Rahman bahwa sesungguhnya dia berkata: saya telah bertanya kepada Aisyah isteri Rasulullah saw., berapa jumlah mas kawin Rasulullah saw.? Aisyah berkata: mas kawin Rasulullah saw kepada para isteri beliau adalah 12 auqiyah dan satu nasy. Aisyah berkata: Tahukah engkau apakah nash itu? Abdur Rahman berkata: Aku berkata: Tidak! Aisyah berkata: Setengah auqiyah. Jadi semuanya 500 dirham. Inilah mas kawin Rasulullah saw kepada para isteri beliau.


Saat menikah dengan Khadijah radhiyallahu’anha diriwayatkan bahwa Rasulullah memberi mahar 20 ekor unta (nilainya setara 400-an juta rupiah). Sedangkan saat menikahi Hindun (Ummu Habibah radhiyallahu’anha) diriwayatkan bahwa Rasulullah memberikan mahar 4000 dirham (setara 800 juta rupiah),. Saat menikahi Shafiyah radhiyallahu’anha maharnya berupa pembebasan dirinya dari perbudakan, meski tidak berwujud harta namun nilainya bisa ratusan juta sampai milyaran rupiah (yaitu biaya normal penebusan budak agar merdeka)

Meskipun tidak catatan akurat tentang jumlah persis kekayaan Rasulullah saw sepanjang hayatnya, ada beberapa catatan yang menunjukkan Rasulullah adalah orang berpunya dan memiliki harta banyak, namun beliau selalu mendahulukan kepentingan umat melebihi kepentingan dirinya sendiri dalam bentuk infak, sedekah dan membantu fakir miskin

diceritakan dari kitab Tarikh Al Islam bahwa : 
  1. Nabi Muhammad saw pernah membagikan lebih dari 1500 ekor unta kepada beberapa orang Quraisy sesudah perang Hunain.
  2. Beliaupun pernah memiliki tanah Fadak . Fadak adalah sebuah daerah pemerintahan otonomi Yahudi di Hijaz. Penduduknya mayoritas Yahudi. Tanah Fadak diserahkan oleh kaum Yahudi kepada rasul tanpa melalui pertempuran (Ibnu Hisyam.II: 368) 
  3. Syu’aibi mencatat, beliau membagikan al-kutaibah (pemberian rutin) kepada kerabat dan istri-istri beliau. Kepada Fatimah 200 wasaq, Ali bin Abi Thalib 100 wasaq, Usamah bin Zaid 250 wasaq, Aisyah 200 wasaq, Ja’far bin Abi Thalib 50 wasaq, Rabiah bin Harits bin Abdil Mutthalib 100 wasaq, Abu Bakar 100 wasaq, Aqil bin Abi Thalib 140 wasaq, Bani Ja’far 140 wasaq, untuk sekelompok orang dan istri-istrinya 700 wasaq. Lainnya untuk Bani Mutthalib yang sebagian masih di Mekkah (Syu’aibi, 2004).
  4. Seusai perang Khaibar, nabi memperoleh sekitar 100 perisai, 400 pedang, 1000 busur dan 500 tombak. 
  5. Dikabarkan bahwa Muhammad menerima 90.000 dirham . Tetapi uang itu dibagikan kepada orang banyak sampai habis. 
  6. Ketika kembali dari perang Hunain, nabi disodori uang hasil rampasan perang. Beliau berkata: “Letakkanlah uang itu di masjid.” Kemudian nabi shalat di masjid itu tanpa menolah kepada uang tadi. Seusai shalat beliau duduk di dekat uang tersebut dan memberikannya kepada setiap orang yang meminta. Beliau berdiri setelah uang itu habis.
dianggap orang termiskin karena Beliau tidak menggunakan hartanya menuruti nafsunya. bahkan sering makan sebiji kurma dalan sehari.atau kedatangan tamu merasa bingung mau dikasih apa tamunya sementara dirumahnya tidak ada makanan...hayoo siapa yg bisa mencontoh seperti ini.???
  

Monday, 23 November 2015

curhat pada siapa?

mau curhat...? tapi pada siapa?














curhat  di media social, semua orang bisa tau
orang baik bisa tau , orang jahat bisa tau
yang pinter bisa tau , yang bodo bisa tau
yang tua bisa tau , yang muda bisa tau


katanya si curhatnya ke Alloh, tapi ditulis dimedia social
apa Gusti Alloh punya akun medsos?
bisa bisa malah membuka aib diri sendiri
Ayolah.... kita ini tidak sendiri,walau tanpa kawan disamping kita, tanpa saudara disamping kita ....
ujian akan terus ditimpakan pada seorang hamba yang beriman dengan ujian itu dosanya berkurang -berkurang, sampai disatu titik ia berjalan tanpa dosa hingga dia siap masuk ke jannah Nya

Nadhom Asmaul Husna



Nadhom Asma Ul Husna


Bismillahi Badakna                             Walhamdu Lirobbina
Washsholatu Wassalam                     Linnnabi Khabibina
Ya Alloh Ya Robbanaa                       Anta Maqshuudunaa
Ridhoka Mathlubuna                           Dunyanaa Wa Ukhronaa
Ya Rohmaanu Ya Rohiim                   Ya Maliku Ya Qudduus
Ya Salaamu Ya Mukmin                    Ya Muhaiminu Ya ‘Aziiz
Ya Jabbaru Mutakabbir                      Ya Kholiqu Ya Bari
Ya Mushowwiru Ya Ghoffar               Ya Qohharu Ya Wahhaab
Ya Rozzaku Ya Fattaah                      Ya ‘Aliimu Ya Qobidl
Ya Baasithu Ya Khofidl                       Ya Rofi’u Ya Mu’izz
Ya Mudzillu Ya Samii’                         Ya Bashiru Ya Khakaam
Ya ‘Adlu Ya Lathiifu                            Ya Khobiiru Ya Haliim
Ya ‘Adziimu Ya Ghofuur                     Ya Syakuuru Ya ‘Aliyy
Ya Kabiiru Ya Khafiidz                        Ya Muqitu Ya Khasiibu
Ya Jaliilu Ya Karim                             Ya Roqiibu Ya Mujiib
Ya Wasi’u Ya Khakim                         Ya Waduudu Ya Majiid
Ya Baa’itsu Ya Syahiid                       Ya Khaqqu Ya Wakiilu
Ya Qowiyyu Ya Matiin                        Ya Waliyyu Ya Khamiid
Ya Mukhshi Ya Mubdi-U                    Ya Mu’iid Ya Mukhyii
Ya Mumiitu Ya Hayyu                        Ya Qoyyumu Ya Waajid
Ya Maajidu Ya Waakhid                     Ya Akhadu Ya Shomadu
Ya Qodir Ya Muqtadir                         Ya Muqoddim Ya Mu-Akhir
Ya Awwalu Ya Achir                           Ya Dzohiru Ya Baathin
Ya Waalii Ya Muta’alii                         Ya Barru Ya Tawwabu
Ya Muntaqimu Ya Afuwwu                 Ya Ro-Uufu Ya Maalik
Maalikal Mulki                                     Dzal Jalaali Wal Ikroom
Ya Muqsithu Ya Jamii’                        Ya Ghoniyyu Ya Mughnii
Ya Maani’u Ya Dlooru                         Ya Nafi’u Ya Nuur
Ya Haadii Ya Badii’                             Ya Baaqii Ya Waarits
Ya Rosyidu Ya Shobuur                     Azza Jalla Dzikruhu
Do’a
Bi-Asma –Ikal Husna                          Ighfir Lanaa Dzunubana
Waliwaalidii Naa                                  Wa Dzurriyatinaa
Kaffir’an Sayyi-Atina                           Wastur ‘Alaa ‘Uyubinaa
Wajbur ‘Alaa Nuqshoninaa                 Warfa’darojaatinaa
Wazidnaa ‘Ilman Nafi’a                       Wal Rizqon Wasi’a
Khalalan Thoyyibaa                            Wa’amalan Sholikhaa
Wa Nawwir Quluubana                       Wa Yassir Umuronaa
Wa Shohhih Ajsadana                        Da-Ima Hayatinaa
Ilal Khoiri Qorrib Naa                          Anisy Syarri Baa’idnaa
Wal Qurbaa Rojaa-Unaa                    Akhiron Nilnal Munaa
Balligh Maqooshidanaa                       Waq Dli Hawaa-Ijanaa
Wal Hamdi Li Ilaahinaa                       Alladzi  Hadaanaa
Sholli Wa Sallim ‘Alaa                         Thoha Kholilir Rokhmaan
Wa Aalii Wa Shohbihi                         Ilaa Akhiriz Zamaan