HIKMAH UJIAN KEHIDUPAN
Renungan dari Abah Catur Rohman
Semakin tinggi derajat keimanan seseorang, ujian yang Allah berikan pasti semakin berat. Semakin lemah keimanan seseorang, ujian pun semakin ringan, maka tak heran jika para Nabi adalah mereka yang paling berat ujiannya.
Sering kita mendengar ada orang bunuh diri karena tidak mampu menahan himpitan kehidupan yang begitu dahsyat. Bahkan, tidak sedikit pula yang mengalami krisis kepercayaan dan keyakinan kepada Allah. Mereka menggangap semua ujian itu wujud dari ketidakadilan Allah terhadap diri mereka.
Renungan dari Abah Catur Rohman
Semakin tinggi derajat keimanan seseorang, ujian yang Allah berikan pasti semakin berat. Semakin lemah keimanan seseorang, ujian pun semakin ringan, maka tak heran jika para Nabi adalah mereka yang paling berat ujiannya.
Sering kita mendengar ada orang bunuh diri karena tidak mampu menahan himpitan kehidupan yang begitu dahsyat. Bahkan, tidak sedikit pula yang mengalami krisis kepercayaan dan keyakinan kepada Allah. Mereka menggangap semua ujian itu wujud dari ketidakadilan Allah terhadap diri mereka.
Allah SWT berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan
dibiarkan hanya dengan mengatakan, `Kami telah beriman, dan mereka tidak
diuji'," (QS [29]: 2).
Orang yang beriman memandang ujian kehidupan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang Allah dalam bentuk lain kepada dirinya. Tidak tebersit dalam hati dan pikirannya sangkaan jelek kepada Allah. Apalagi, yang dapat menggerus keyakinan dan keimanannya karena dia yakin bahwa Allah punya rencana indah terhadap dirinya.
Berdasarkan firman Allah di atas, jelas ujian bagi orang yang beriman sudah dikemas "satu paket", tinggal bagaimana pola pikir dan pola sikap tetap selaras dengan cara pandangan Islam, tidak boleh menyimpang dari koridor yang telah ditentukan, serta tetap tegar dan yakin bahwa ujian pasti berlalu.
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS [94]: 5-6). Firman Allah ini menjadi motivasi bagi kita agar selalu meyakini bahwa kesulitan atau ujian hidup dan bentuknya selalu dibarengi dan diakhiri dengan kemudahan dan keindahan.
Sebaliknya, orang yang lemah imannya, ketika ujian hidup datang, mereka tak punya pegangan yang kokoh, galau, dan frustrasi menjadi irama hidup dalam keseharian. Dunia terasa sempit. Masa depan terlihat suram. Tak ada cahaya yang menerangi langkahnya, maka tak heran bila minuman keras, narkoba dll, menjadi tempat pelarian dan mereka menyangka masalah akan selesai dengan mengonsumsi barang terlarang tersebut. Semua hanya menawarkan kesenangan sesaat, kesenangan yang dibungkus dengan khayalan yang menghancurkan dirinya dan masa depannya, kesenangan yang memorak-porandakan rumah tangga dan masa depan keturunannya.
Makna ujian hidup menjadikan kita lebih bijak dan tegar, menjadikan kita lebih memahami arti sebuah kehidupan, dan semakin mendekatkan kita kepada Allah.
Dengan ujian, kita semakin paham betapa di balik ujian itu bertabur hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik.
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya... Aamiiin...
Orang yang beriman memandang ujian kehidupan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang Allah dalam bentuk lain kepada dirinya. Tidak tebersit dalam hati dan pikirannya sangkaan jelek kepada Allah. Apalagi, yang dapat menggerus keyakinan dan keimanannya karena dia yakin bahwa Allah punya rencana indah terhadap dirinya.
Berdasarkan firman Allah di atas, jelas ujian bagi orang yang beriman sudah dikemas "satu paket", tinggal bagaimana pola pikir dan pola sikap tetap selaras dengan cara pandangan Islam, tidak boleh menyimpang dari koridor yang telah ditentukan, serta tetap tegar dan yakin bahwa ujian pasti berlalu.
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS [94]: 5-6). Firman Allah ini menjadi motivasi bagi kita agar selalu meyakini bahwa kesulitan atau ujian hidup dan bentuknya selalu dibarengi dan diakhiri dengan kemudahan dan keindahan.
Sebaliknya, orang yang lemah imannya, ketika ujian hidup datang, mereka tak punya pegangan yang kokoh, galau, dan frustrasi menjadi irama hidup dalam keseharian. Dunia terasa sempit. Masa depan terlihat suram. Tak ada cahaya yang menerangi langkahnya, maka tak heran bila minuman keras, narkoba dll, menjadi tempat pelarian dan mereka menyangka masalah akan selesai dengan mengonsumsi barang terlarang tersebut. Semua hanya menawarkan kesenangan sesaat, kesenangan yang dibungkus dengan khayalan yang menghancurkan dirinya dan masa depannya, kesenangan yang memorak-porandakan rumah tangga dan masa depan keturunannya.
Makna ujian hidup menjadikan kita lebih bijak dan tegar, menjadikan kita lebih memahami arti sebuah kehidupan, dan semakin mendekatkan kita kepada Allah.
Dengan ujian, kita semakin paham betapa di balik ujian itu bertabur hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik.
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya... Aamiiin...


No comments:
Post a Comment